Selasa, 13 November 2012

Contoh PKM





PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA


PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA DENGAN TEKNIK PENDEKATAN MELALUI SASTRA KIMIA


BIDANG KEGIATAN:
PKM – GT

Diusulkan oleh:

                                    YULITA HANDAYANI            (071244310096)
                                    NUR AINUN SARAGIH           (071244310098)
                                    RAFIZANISA FAHMI              (071244310108)      

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2010


Halaman Pengesahan
Usul Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis

1.  Judul Kegiatan          :  PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA DENGAN TEKNIK PENDEKATAN MELALUI SASTRA KIMIA
2.   Bidang Kegiatan      :  (   ) PKM – AI            (X) PKM – GT                       
                                    (pilih salah satu)         
      3.   Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap                              : Yulita Handayani
b. NIM                                               : 071244310096
c. Jurusan                                           : Pendidikan  Kimia
d. Universitas/Institut/Politeknik      :  Universitas Negeri Medan
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP     : Jln. Pendidikan No. 18, Stabat /   081361329899
f. Alamat email                                   : yulita.handayani@ymail.com
  1. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 orang
  2. Dosen Pendamping                            
a. Nama Lengkap                                 : Drs. Jamalum Purba M.Si
b.NIP                                                  : 196412071991031002
c. Alamat rumah                                  : Jl.Jamin Ginting Gang Nangka I/14E
dan No.telp/HP                                    / 08153072164

                                                                              Medan, 11 Februari 2010       
      Menyetujui
      Pembantu Dekan III FMIPA                                            Ketua Pelaksana         


      (Drs. Asrin Lubis, M.Pd)                                                  (Yulita Handayani)
     NIP . 196010021987031004                                             NIM . 071244310096
           
      Pembantu Rektor III UNIMED                                     Dosen Pendamping


      (Drs. Biner Ambarita M.Pd)                                          (Drs. Jamalum Purba M.Si)
       NIP . 195705151984031004                                         NIP. 196412071991031002





KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah  memberikan kesehatan dan kesempatan bagi penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal PKM – GT yang berjudul “Peningkatan Hasil Belajar Kimia Dengan Teknik Pendekatan Melalui Sastra Kimia  tepat pada waktunya. Penulis juga meng-ucapkan terima kasih kepada teman–teman yang turut membantu terselesai-kannya proposal PKM – GT ini.
Proposal PKM – GT ini dibuat dalam rangka ikut serta dalam program yang diadakan DIKTI.
Penulis menyadari bahwa di dalam penyelesaiannya masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam pembuatan PKM – GT ini. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca.
Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Semoga proposal PKM – GT ini bermanfaat.                                                                
                                                                       
                                                                                             Medan,   Februari 2010                                                                                     


Penulis


























DAFTAR ISI

Judul................................................................................................................. i
Halaman Pengesahan........................................................................................ ii
Kata Pengantar................................................................................................. iii
Daftar Isi........................................................................................................... iv
Ringkasan......................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 1
1.1.Latar Belakang..................................................................................... 1
1.2. Tujuan................................................................................................. 2
1.3. Manfaat............................................................................................... 2
BAB II GAGASAN TERTULIS.................................................................... 2
BAB III KESIMPULAN................................................................................. 5
Daftar Pustaka.................................................................................................. 5
Daftar Riwayat Hidup...................................................................................... 6


RINGKASAN

Kimia merupakan mata pelajaran yang sulit dimengerti banyak siswa dan kurang menarik. Hal ini disebabkan sebagian besar dari guru kimia kurang pandai memilih bagaimana strategi mengajar yang tepat dan sesuai dengan pokok bahasan kimia yang sesuai. Oleh sebab itu, disini kami berusaha untuk menemukan teknik pendekatan melalui sastra kimia diantaranya cerpen, drama, puisi dan cerita lucu yang berhubungan dengan kimia.
Sastra kimia yang kami maksud di sini adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang menggunakan sastra sebagai media ajar, sehingga guru mengajak siswa untuk mempelajari kimia dengan lebih santai dan tidak membosankan. Adapun sastra kimia antara lain seperti cerpen, drama, puisi, cerita lucu yang berhubungan dengan kimia.
Gagasan ini direncanakan berlangsung selama masa belajar kimia di sekolah, misalnya satu semester atau sekitar 6 bulan yang mencakup beberapa tahapan, yaitu mulai dari penyesuaian jadwal mata pelajaran, pembuatan SP/RPP, melakukan pembelajaran dengan teknik pendekatan melalui sastra kimia diantaranya cerpen, drama, puisi dan cerita lucu yang berhubungan dengan kimia, melakukan tes / ujian dan yang terakhir melakukan evaluasi. Pada tahap pertama, penyesuaian jadwal mata pelajaran, dapat dilihat jadwal belajar kimia, berapa kali pertemuan dalam seminggu, dan berapa jam pelajaran kimia diadakan. Selanjutnya pada tahap kedua, berdasarkan pertemuan pelajaran kimia pada tahap pertama, maka dapat dirancang SP / RPP. Dimana, SP merupakan satuan pengajaran per pokok bahasan. Sedangkan RPP adalah rancangan pengajaran per tatap muka pelajaran kimia. Pada tahap ketiga, melakukan pembelajaran dengan teknik pendekatan melalui sastra kimia diantaranya cerpen, drama, puisi dan cerita lucu yang berhubungan dengan kimia. Ini dilakukan saat pembelajaran yang dibuat semenarik mungkin. Bahan cerpen, puisi, drama, dan cerita lucu ini dapat diperlengkap dengan gambar, animasi, dan lainnya yang diperoleh dari internet. Pada tahap keempat, dilakukan tes untuk mengetahui sejauh mana hasil belajar siswa setelah mendapatkan cara belajar dengan teknik pendekatan melalui sastra kimia diantaranya cerpen, drama, puisi dan cerita lucu yang berhubungan dengan kimia. Tes ini dapat dilakukan setiap tiga bulan sekali / tes bulanan . Pada tahap kelima, setelah diadakan tes, kita dapat mengetahui hasil belajar yang diperoleh, dan dapat mengevaluasinya. Jika hasil belajar yang diperoleh kurang maksimal, maka dapat diperbaiki lagi pembelajarannya dengan teknik pendekatan melalui sastra kimia diantaranya cerpen, drama, puisi dan cerita lucu yang berhubungan dengan kimia yang dibuat lebih menarik lagi dari sebelumnya.










BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Dalam meningkatkan pendidikan Indonesia, kegiatan proses belajar mengajar disekolah merupakan kegiatan yang harus ditingkatkan, sehingga tercapai tujuan pendidikan dalam bentuk terjadinya perubahan tingkah laku, pengetahuan maupun keterampilan dalam diri siswa.Untuk mencapai tujuan tersebut siswa dibekali dengan ilmu pengetahuan dan dilatih keterampilannya dalam pengetahuan alam (IPA) yang terdiri dari Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi.
Jika dicermati tentang pembelajaran kimia selama ini nampaknya ada anggapan dari sebagian besar siswa bahwa kimia adalah salah satu pelajaran yang sulit. Dalam mempelajari konsep-konsep pada bidang studi kimia, banyak siswa menghadapi kesulitan-kesulitan.
Pendekatan mengajar mempunyai andil yang cukup besar dalam kegiatan belajar mengajar itu berarti tujuan pembelajaran akan dapat dicapai dengan metode yang tepat. Pendekatan yang dapat digunakan bermacam-macam, penggunaannya tergantung dari rumusan tujuan. Jika penggunaan pendekatan  yang tidak sesuai dengan tujuan pelajaran akan menjadi kendala dalam mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Karena itu efektifitas penggunaan Pendekatan mengajar dapat terjadi bila ada kesesuaian antara Pendekatan dengan semua komponen pengajaran yang telah di programkan dalam satuan pelajaran (Djamarah dan Zain, 2002).
Proses pengajaran dapat terselenggara secara lancar, efisien dan efektif, berkat adanya interaksi yang positif, konstruktif, dan produktif antara berbagai komponen yang terkandung didalam sistem pengajaran tersebut. Materi pembelajaran yang lengkap harus tersedia diruangan guru atau di perpustakaan atau di pusat media. Keberhasilan juga menghendaki syarat dari menjauhkan kesalahan, yaitu secara ketat mengelola tingkah laku siswa dalam kerja kelompok. Selain unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep sulit, model ini sangat berguna untuk membantu siswa menumbuhkan kemampuan kerja sama, berfikir kritis, dan kemampuan membantu teman.
Slavin (1986) menelaah penelitian melaporkan bahwa 45 penelitian telah dilaksanakan antara tahun 1972 sampai dengan tahun 1986, menyelidiki pengaruh pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar. Dari 45 laporan tersebut, 37 diantaranya menunjukkan bahwa kelas kooperatif menunjukkan hasil belajar yang signifikan lebih tinggi dibanding dengan kelompok kontrol. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa teknik-teknik pembelajaran kooperatif lebih unggul dalam meningkatkan hasil belajar dibanding dengan pengalaman-pengalaman belajar individual atau kompetitif.
 Rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi kimia disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya guru, siswa, metode pengajaran dan fasilitas yang tersedia kurang mendukung proses belajar mengajar. Hasil belajar siswa akan memperoleh hasil maksimal jika guru dalam menyampaikan pengajarannya menggunakan suatu pendekatan mengajar yang dapat membuat siswa lebih memahami pelajaran tersebut.
            Pencapaian Hasil Belajar dan minat dalam belajar IPA merupakan variabel keberhasilan belajar IPA. Khususnya kimia, secara kalsikal, lebih dari 44,8 % siswa kelas XI tahun pelajaran 2006/2007 belum mencapai tuntas belajar. Rendahnya daya serap siswa dalam pembelajaran KIMIA dapat diartikan sebagai kurang efektifnya proses belajar mengajar. Peningkatan hasil belajar KIMIA dilakukan dengan teknik pendekatan melalui sastra kimia diantaranya cerpen, drama, puisi dan cerita lucu yang berhubungan dengan kimia.

1.2.   Tujuan
Untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa dengan menerapkan teknik pendekatan melalui sastra kimia diantaranya cerpen, drama, puisi dan cerita lucu yang berhubungan dengan kimia.

1.3. Manfaat
1.      Menjadi bahan masukan bagi guru dan calon guru untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa dengan menggunakan teknik pendekatan melalui sastra kimia diantaranya cerpen, drama, puisi dan cerita lucu yang berhubungan dengan kimia.
2.      Sebagai bahan masukan bagi pihak sekolah dalam upaya meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan.
3.      Menambah wawasan tentang kegiatan belajar mengajar khususnya dengan menggunakan teknik pendekatan melalui sastra kimia diantaranya cerpen, drama, puisi yang berhubungan dengan kimia.

BAB II
GAGASAN TERTULIS

2.1. Pengertian Belajar
            Belajar merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia yang vital dalam usahanya untuk mempertahankan hidup dan mengembangkan dirinya dalam kehidupan bermasyarakat. Pada hakekatnya kegiatan belajar adalah kegiatan yang dilakukan secara sadar oleh seseorang untuk menghasilkan perubahan tingkah laku pada dirinya sendiri baik dalam bentuk pengetahuan dan keterampilan baru maupun dalam bentuk pengetahuan nilai dan sikap. Belajar dapat didefenisikan sebagai berikut:
            Menurut Slameto menyatakan: “Belajar adalah suatu proses usaha yang dilaksanakan seseorang untuk memperoleh tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi lingkungan”.
Dari uraian diatas dapat disimpukan bahwa belajar adalah sebagai perubahan tingkah laku yang dialami oleh individu dalam berintegrasi dengan lingkungannya.

2.2. Pengertian Hasil Belajar
            Hasil belajar merupakan tingkat penguasaan terhadap suatu yang diperoleh di dalam nilai yang tinggi. Sedang dan rendah, melalui belajar secara perlahan akan terjadi perubahan pada individu yang belajar baik perubahan dari segi kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) maupun psikomotorik (keterampilan). Perubahan-perubahan yang terjadi pada diri individu terhadap suatu keadaan yang lebih baik maupun keberhasilan belajar yang diperoleh dimana hasil belajar itu sendiri dapat menggambarkan sejauh mana perubahan itu telah terjadi pada diri individu.
            Pada dasarnya setiap orang yang belajar mempunyai maksud dan tujuan tertentu yang ingin dicapai. Suatu hasil belajar yang ingin dicapai melalui perbuatan belajar disebut prestasi belajar (Hamalik, 1993). Sedangkan menurut Winkel W.S. (1996) menyatakan “prestasi belajar adalah perbuatan belajar yang dilakukan oleh siswa sesuai dengan tujuan khusus”.
            Maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan bukti usaha yang dapat dicapai oleh seseorang sebagai akibat dari pekerjaan belajar yang dapat diukur dengan menggunakan indikator yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

2.3. Pengertian Gagasan Tertulis (GT)
            PKM – GT adalah program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari ide atau gagasan kelompok mahasiswa. Gagasan yang dituliskan dapat mengacu kepada isu aktual yang ditemukan di masyarakat dan memerlukan solusi hasil karya pikir yang cerdas dan realistik.

2.4. Hubungan Antara Peningkatan Hasil Belajar Kimia Dilakukan Dengan Teknik Pendekatan Melalui Sastra Kimia
Kimia merupakan mata pelajaran yang sulit dimengerti banyak siswa dan kurang menarik. Hal ini disebabkan sebagian besar dari guru kimia kurang pandai memilih bagaimana strategi mengajar yang tepat dan sesuai dengan pokok bahasan kimia yang sesuai. Oleh sebab itu, disini kami berusaha untuk menemukan teknik pendekatan melalui sastra kimia diantaranya cerpen, drama, puisi dan cerita lucu yang berhubungan dengan kimia.
Sastra kimia yang kami maksud di sini adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang menggunakan sastra sebagai media ajar, sehingga guru mengajak siswa untuk mempelajari kimia dengan lebih santai dan tidak membosankan. Adapun sastra kimia antara lain seperti cerpen, drama, puisi, cerita lucu yang berhubungan dengan kimia.
Di bawah ini, ada beberapa contoh sastra kimia berupa cerpen, drama, puisi, cerita lucu yang berhubungan dengan kimia.
a.      cerpen
Hai kenalkan namaku neutron, tapi teman-teman cukup memanggilku dengan nama kecilku saja N. Berat tubuhku  mencapai 1,67 x 10-24 g, kecil banget khan aku..!!.Tapi aku sangat di pentingkan banyak orang. Muatanku nol dan aku tinggal di sebuah rumah yang aku beri nama Atom. Aku punya adik bernama proton. Beratnya sama denganku hanya muatannya saja yang berbeda yaitu +1, aku dan adikku tinggal sekamar yaitu di kamar kami inti atom , selain adik aku juga punya kakak namanya elektron. Berat tubuhnya yaitu 9,11 x 10-28 g. Dengan muatan -1, sebagai kakak yang baik ia sangat sayang pada adik-adiknya. Bahkan tidurpun ia tidak sekamar dengan kami, tapi tidur di luar kamar kami dan menjaga kami dari segala macam bahaya. Tidak seperti manusia ,kami tidak mempunyai orang tua, kami tercipta dengan sendirinya di ruang tidur kami , dalam percobaannya Crookes menggunakan alat yang disebut tabung sinar  katoda atau  tabung Crookes. Pada percobaan ini diperolehlah partikel sinar katoda  yang bermuatan negative oleh G.J Stoney diberilah nama elektron yaitu kakakku. Pada tahun 1897 Sir Joseph J. Thompson menemukan angka banding muatan elektron kakak terhadap berat tubuhnya. Penemuan inii membuat Thompson melakukan percobaan yang didasarkan pada sifat kakakku elektron dalam medan magnet dan medan listrik. Dan di tahun 1906 Robert A William berhasil menentukan harga muatannya melalui percobaan tetesan minyak, dengan di ketahuinya harga muatan maka berat tubuh kakakku pun akhirnya dapat diketahui.
Setelah di temukannya kakakku lalu dilanjutkan dengan adikku proton . Adikku proton ditemukan oleh Eugen Goldstein dengan melakukan percobaan seperti pada kakakku elektron tapi namanya diganti jadi percobaan sinar terusan karena memang alatnya seperti tabung crookes tapi dimodifikasi sedikit.
Setelah kakak dan adikku di temukan , akhirnya akupun menyusul mereka. Aku ditemukan oleh ilmuan yang bernama J. Chadwick dengan meradiasi lempeng lapis emas dengan sinar alpha (α) tahun 1932 setelah sebelumnya melalui percobaan yang di lakukan oleh Geigar, Marsden, dan Ernest Rutherford.
Pada tahun 1914 Henry Moseley mengetahui rahasia kami yaitu ternyata nomor rumah kami itu atau orang – orang bilang nomor atom menunjukkan jumlah adikku proton dalam kamar kami inti atom dia mengetahuinya lewat percobaan penembakan suatu anoda padat dengan sinar katoda di ketahuinya rahasia ini menyebabkan mereka para ilmuan tahu berat dari rumah-rumah kami keluarga atom begitu juga isotopnya .
Tahun 1885-1962 Neils Bohr murid dari Rutherford melanjutkan percobaan gurunya. Neils Bohr berkesimpulan bahwa atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan elektron bergerak mengelilingi inti dalam suatu orbit lingkaran, electron menempati orbitnya dengan tingkat energi tertentu dan ketika elektron berpindah ke orbit lain di sertai penyerapan dan pelepasan energi. Kemudian teori ini di lengkapi oleh broglis. Di tahun 1927 oleh Warner Heisenberg dengan teori ketidakpastiannya bahwa kedudukan elektron tidak dapat di tentukan yang ada hanya kebolehjadian tempat di mana elektron biasa di temukan di sebut orbital yaitu tempat tidur kami yang kemudian teori ini di lengkapi oleh Scrodinger di tahun 1926 ia mengajukan suatu persamaan gerak  elektron  kakakku dalam atom yang mempunyai sifat gelombang dan sifat partikel dalam arah tiga sistem koordinat cartesian . Berdasarkan temuan itu maka di kemukakan suatu model atom atau rumahku yang paling mutakhir atau model atom mekanika kuantum, pada model ini , pergerakan elektron kakakku  dalam mengelilingi inti kamar kami di gambarkan dalam bentuk orbital-orbital atau awan elektron, dan penghunian elektron dalam orbital-orbital di terangkan daengan seperangkat bilangan kuantum , yang merupakan hasil kajian matematik terhadap penomena atom rumahku.
Itulah sejarah peradaban hidup kami kaum atom. Bertahun-tahun kami jadi bahan percoban para manusia laboratorium itu, maksudnya tidak lain hanya ingin membuktikan bahwa keberadaan kami itu ada. Memang kami tidak tampak oleh mata tapi kami memang terbukti ada. Dan ini semua tidak lepas dari partisipasi sang pencipta yang menciptakan kami. Meski kecil tapi pengalaman kami tidak kalah dengan manusia- manusia lab itu. Dari yang sifatnya kecil misal hujan asam,pencemaran lingkungan sampai peristiwa yang melegenda dan spektakuler.
Yang paling melegenda misalnya seperti pengalaman kami waktu  menghancurkan Nagasaki, Hiroshima dan yang lainnya serta membunuh ribuan bahkan jutaan mahluk hidup lainnya. Bahkan karena peristiwa itu kami di jadikan sebuah motto oleh orang-orang bijak yang berbunyi “jadi orang itu harus seperti atom,kecil bahkan tidak terlihat tapi berkekuatan dahsyat“. Kami juga pernah meracuni dan membunuh ribuan manusia dalam kisah teluk minamata. Semua itu juga tidak lepas dari perintah tangan-tangan manusia lab yang tidak bertanggung jawab. Tapi banyak juga yang bertanggung jawab dan menyuruh kami pada kebaikan  misalnya membantu manusia dalam menyelamatkan nyawanya dari tumor dan kanker. Membantu penerangan di jalan-jalan, atau membantu menyelamatkan mereka dari penyakit gondok serta banyak juga yang lainnya.

b.      Puisi
reaksi kimia cintaku
unsur tulus dan kasih sayangmu
bereaksi dalam gelas hati dan tabung jiwaku
membentuk senyawa cinta dan rindu
semakin lama...
senyawa itu semakin mengendap dan mengerak di hatiku
tak bisa diurai meski dengan hidrolisis
perasanku telah sadah olehmu
hingga tak mampu bereaksi dengan sabun manapun
pemanasan, penukar resin, natrium karbonat
semua telah ku coba tapi tetap tak bisa
ataukah ku jatuh cinta?
mungkin senyawa itu berikatan tetrahedral
bukan penta hedral apalagi vander walls



BAB III
KESIMPULAN

            Kesimpulan yang dapat diambil dari gagasan tertulis ini adalah pembelajaran dengan menggunakan teknik pendekatan melalui sastra kimia diantaranya cerpen, drama, puisi dan cerita lucu yang berhubungan dengan kimia. Ini dilakukan saat pembelajaran yang dibuat semenarik mungkin. Bahan cerpen, puisi, drama, dan cerita lucu ini dapat diperlengkap dengan gambar, animasi, dan lainnya yang diperoleh dari internet. Gagasan ini muncul mengingat kurang minatnya siswa terhadap pelajaran kimia, karena merekan menganggap kimia merupakan pelajaran yang sangat membosankan. Sehingga, gagasan ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa lebih maksimal dan lebih baik lagi.


Daftar Pustaka
Djamarah, Zain, (1997), Strategi Belajar Mengajar, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Hamalik, O., (1993), Strategi Belajar Mengajar, Penerbit Bandar Maju, Bandung.
Slavin, R,E., (1995), Cooperative Learning second edition, Allyn & Bacon, United States of America.
Slameto, (1995), Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, Penerbit
P T Rineka Cipta, Jakarta.


Daftar Riwayat Hidup

1. Yulita Handayani
Yulita Handayani
Nama Lengkap                                    : Yulita Handayani
Tempat/Tanggal Lahir                         : Stabat, 13 Juli 1989
Pendidikan Terakhir                            : SMAN 1 Stabat T.A 2004-2007
Pekerjaan                                             : Mahasiswa Pendidikan Kimia Universitas    Negeri Medan
2. Nur Ainun Saragih
Nama Lengkap                                    : Nur Ainun Saragih
Tempat/Tanggal Lahir                         : Tebing Tinggi, 01 September 1989
Pendidikan Terakhir                            : SMAN 1 Tebing Tinggi T.A 2004-2007
Pekerjaan                                             : Mahasiswa Pendidikan Kimia Universitas    Negeri Medan
3. Rafizanisa Fahmi
Nama Lengkap                                    : Rafizanisa Fahmi
Tempat/Tanggal Lahir                         : Tanjungbalai, 25 April 1990
Pendidikan Terakhir                            : SMAN 1 Tanjungbalai T.A 2004-   2007
   Pekerjaan                                             : Mahasiswa Pendidikan Kimia  Universitas    Negeri Medan
     

Tidak ada komentar: