PROGRAM
KREATIVITAS MAHASISWA
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA DENGAN TEKNIK PENDEKATAN MELALUI SASTRA
KIMIA
BIDANG KEGIATAN:
PKM – GT
Diusulkan
oleh:
YULITA
HANDAYANI (071244310096)
NUR
AINUN SARAGIH (071244310098)
RAFIZANISA
FAHMI (071244310108)
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2010
Halaman Pengesahan
Usul Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan
Tertulis
1. Judul
Kegiatan : PENINGKATAN HASIL
BELAJAR KIMIA DENGAN TEKNIK PENDEKATAN MELALUI SASTRA KIMIA
2. Bidang Kegiatan : ( ) PKM –
AI (X) PKM – GT
(pilih salah
satu)
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Yulita
Handayani
b. NIM : 071244310096
c. Jurusan : Pendidikan Kimia
d. Universitas/Institut/Politeknik :
Universitas Negeri Medan
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jln. Pendidikan No. 18, Stabat / 081361329899
f. Alamat email : yulita.handayani@ymail.com
- Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 orang
- Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap :
Drs. Jamalum Purba M.Si
b.NIP : 196412071991031002
c. Alamat rumah :
Jl.Jamin Ginting Gang Nangka I/14E
dan No.telp/HP / 08153072164
Medan,
11 Februari 2010
Menyetujui
Pembantu Dekan III FMIPA Ketua
Pelaksana
(Drs. Asrin Lubis, M.Pd) (Yulita
Handayani)
NIP . 196010021987031004 NIM
. 071244310096
Pembantu Rektor III UNIMED Dosen
Pendamping
(Drs. Biner Ambarita M.Pd) (Drs. Jamalum Purba M.Si)
NIP
. 195705151984031004 NIP. 196412071991031002
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa yang telah memberikan kesehatan
dan kesempatan bagi penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal PKM –
GT yang berjudul “Peningkatan Hasil
Belajar Kimia Dengan Teknik Pendekatan Melalui Sastra Kimia”
tepat pada waktunya. Penulis juga meng-ucapkan terima kasih kepada
teman–teman yang turut membantu terselesai-kannya proposal PKM – GT ini.
Proposal PKM – GT ini dibuat dalam rangka ikut
serta dalam program yang diadakan DIKTI.
Penulis menyadari bahwa di dalam penyelesaiannya
masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam pembuatan PKM – GT ini. Untuk itu, penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca.
Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu. Semoga proposal PKM – GT ini
bermanfaat.
Medan, Februari 2010
Penulis
DAFTAR ISI
Judul................................................................................................................. i
Halaman Pengesahan........................................................................................ ii
Kata Pengantar................................................................................................. iii
Daftar Isi........................................................................................................... iv
Ringkasan......................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 1
1.1.Latar Belakang..................................................................................... 1
1.2. Tujuan................................................................................................. 2
1.3. Manfaat............................................................................................... 2
BAB II GAGASAN TERTULIS.................................................................... 2
BAB III KESIMPULAN................................................................................. 5
Daftar Pustaka.................................................................................................. 5
Daftar Riwayat Hidup...................................................................................... 6
RINGKASAN
Kimia merupakan mata pelajaran yang sulit
dimengerti banyak siswa dan kurang menarik. Hal ini disebabkan sebagian besar
dari guru kimia kurang pandai memilih bagaimana strategi mengajar yang tepat
dan sesuai dengan pokok bahasan kimia yang sesuai. Oleh sebab itu, disini kami
berusaha untuk menemukan teknik pendekatan melalui sastra kimia diantaranya
cerpen, drama, puisi dan cerita lucu yang berhubungan dengan kimia.
Sastra kimia yang kami maksud di sini adalah
sebuah pendekatan pembelajaran yang menggunakan sastra sebagai media ajar,
sehingga guru mengajak siswa untuk mempelajari kimia dengan lebih santai dan
tidak membosankan. Adapun sastra kimia antara lain seperti cerpen, drama,
puisi, cerita lucu yang berhubungan dengan kimia.
Gagasan ini direncanakan berlangsung selama masa
belajar kimia di sekolah, misalnya satu semester atau sekitar 6 bulan yang
mencakup beberapa tahapan, yaitu mulai dari penyesuaian jadwal mata pelajaran,
pembuatan SP/RPP, melakukan pembelajaran dengan teknik pendekatan melalui
sastra kimia diantaranya cerpen, drama, puisi dan cerita lucu yang berhubungan
dengan kimia, melakukan tes / ujian dan yang terakhir melakukan evaluasi. Pada
tahap pertama, penyesuaian jadwal mata pelajaran, dapat dilihat jadwal belajar
kimia, berapa kali pertemuan dalam seminggu, dan berapa jam pelajaran kimia
diadakan. Selanjutnya pada tahap kedua, berdasarkan pertemuan pelajaran kimia
pada tahap pertama, maka dapat dirancang SP / RPP. Dimana, SP merupakan satuan
pengajaran per pokok bahasan. Sedangkan RPP adalah rancangan pengajaran per
tatap muka pelajaran kimia. Pada tahap ketiga, melakukan pembelajaran dengan
teknik pendekatan melalui sastra kimia diantaranya cerpen, drama, puisi dan
cerita lucu yang berhubungan dengan kimia. Ini dilakukan saat pembelajaran yang
dibuat semenarik mungkin. Bahan cerpen, puisi, drama, dan cerita lucu ini dapat
diperlengkap dengan gambar, animasi, dan lainnya yang diperoleh dari internet.
Pada tahap keempat, dilakukan tes untuk mengetahui sejauh mana hasil belajar
siswa setelah mendapatkan cara belajar dengan teknik pendekatan melalui sastra
kimia diantaranya cerpen, drama, puisi dan cerita lucu yang berhubungan dengan
kimia. Tes ini dapat dilakukan setiap tiga bulan sekali / tes bulanan . Pada
tahap kelima, setelah diadakan tes, kita dapat mengetahui hasil belajar yang
diperoleh, dan dapat mengevaluasinya. Jika hasil belajar yang diperoleh kurang
maksimal, maka dapat diperbaiki lagi pembelajarannya dengan teknik pendekatan melalui
sastra kimia diantaranya cerpen, drama, puisi dan cerita lucu yang berhubungan
dengan kimia yang dibuat lebih menarik lagi dari sebelumnya.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam meningkatkan pendidikan Indonesia,
kegiatan proses belajar mengajar disekolah merupakan kegiatan yang harus
ditingkatkan, sehingga tercapai tujuan pendidikan dalam bentuk terjadinya
perubahan tingkah laku, pengetahuan maupun keterampilan dalam diri siswa.Untuk
mencapai tujuan tersebut siswa dibekali dengan ilmu pengetahuan dan dilatih
keterampilannya dalam pengetahuan alam (IPA) yang terdiri dari Matematika,
Fisika, Kimia dan Biologi.
Jika dicermati tentang pembelajaran kimia
selama ini nampaknya ada anggapan dari sebagian besar siswa bahwa kimia adalah
salah satu pelajaran yang sulit. Dalam mempelajari konsep-konsep pada bidang
studi kimia, banyak siswa menghadapi kesulitan-kesulitan.
Pendekatan mengajar mempunyai andil yang
cukup besar dalam kegiatan belajar mengajar itu berarti tujuan pembelajaran
akan dapat dicapai dengan metode yang tepat. Pendekatan yang dapat digunakan
bermacam-macam, penggunaannya tergantung dari rumusan tujuan. Jika penggunaan
pendekatan yang tidak sesuai dengan
tujuan pelajaran akan menjadi kendala dalam mencapai tujuan yang telah
dirumuskan. Karena itu efektifitas penggunaan Pendekatan mengajar dapat terjadi
bila ada kesesuaian antara Pendekatan dengan semua komponen pengajaran yang
telah di programkan dalam satuan pelajaran (Djamarah dan Zain, 2002).
Proses pengajaran dapat terselenggara
secara lancar, efisien dan efektif, berkat adanya interaksi yang positif,
konstruktif, dan produktif antara berbagai komponen yang terkandung didalam
sistem pengajaran tersebut. Materi pembelajaran yang lengkap harus tersedia
diruangan guru atau di perpustakaan atau di pusat media. Keberhasilan juga
menghendaki syarat dari menjauhkan kesalahan, yaitu secara ketat mengelola
tingkah laku siswa dalam kerja kelompok. Selain unggul dalam membantu siswa
memahami konsep-konsep sulit, model ini sangat berguna untuk membantu siswa
menumbuhkan kemampuan kerja sama, berfikir kritis, dan kemampuan membantu
teman.
Slavin (1986) menelaah penelitian
melaporkan bahwa 45 penelitian telah dilaksanakan antara tahun 1972 sampai
dengan tahun 1986, menyelidiki pengaruh pembelajaran kooperatif terhadap hasil
belajar. Dari 45 laporan tersebut, 37 diantaranya menunjukkan bahwa kelas
kooperatif menunjukkan hasil belajar yang signifikan lebih tinggi dibanding
dengan kelompok kontrol. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa teknik-teknik
pembelajaran kooperatif lebih unggul dalam meningkatkan hasil belajar dibanding
dengan pengalaman-pengalaman belajar individual atau kompetitif.
Rendahnya
tingkat penguasaan siswa terhadap materi kimia disebabkan oleh beberapa faktor
diantaranya guru, siswa, metode pengajaran dan fasilitas yang tersedia kurang
mendukung proses belajar mengajar. Hasil belajar siswa akan memperoleh hasil
maksimal jika guru dalam menyampaikan pengajarannya menggunakan suatu
pendekatan mengajar yang dapat membuat siswa lebih memahami pelajaran tersebut.
Pencapaian Hasil Belajar
dan minat dalam belajar IPA merupakan variabel keberhasilan belajar IPA.
Khususnya kimia, secara kalsikal, lebih dari 44,8 % siswa kelas XI tahun
pelajaran 2006/2007 belum mencapai tuntas belajar. Rendahnya daya serap siswa
dalam pembelajaran KIMIA dapat diartikan sebagai kurang efektifnya proses
belajar mengajar. Peningkatan hasil belajar KIMIA dilakukan dengan teknik
pendekatan melalui sastra kimia diantaranya cerpen, drama, puisi dan cerita
lucu yang berhubungan dengan kimia.
1.2.
Tujuan
Untuk meningkatkan hasil belajar kimia
siswa dengan menerapkan teknik pendekatan melalui sastra kimia diantaranya
cerpen, drama, puisi dan cerita lucu yang berhubungan dengan kimia.
1.3. Manfaat
1. Menjadi bahan masukan bagi guru dan calon
guru untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa dengan menggunakan teknik
pendekatan melalui sastra kimia diantaranya cerpen, drama, puisi dan cerita
lucu yang berhubungan dengan kimia.
2. Sebagai bahan masukan bagi pihak sekolah
dalam upaya meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan.
3. Menambah wawasan tentang kegiatan belajar
mengajar khususnya dengan menggunakan teknik pendekatan melalui sastra kimia
diantaranya cerpen, drama, puisi yang berhubungan dengan kimia.
BAB II
GAGASAN TERTULIS
2.1. Pengertian Belajar
Belajar
merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia yang vital dalam usahanya untuk
mempertahankan hidup dan mengembangkan dirinya dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada hakekatnya kegiatan belajar adalah kegiatan yang dilakukan secara sadar
oleh seseorang untuk menghasilkan perubahan tingkah laku pada dirinya sendiri
baik dalam bentuk pengetahuan dan keterampilan baru maupun dalam bentuk
pengetahuan nilai dan sikap. Belajar dapat didefenisikan sebagai berikut:
Menurut Slameto menyatakan: “Belajar
adalah suatu proses usaha yang dilaksanakan seseorang untuk memperoleh tingkah
laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam
interaksi lingkungan”.
Dari uraian diatas dapat disimpukan bahwa
belajar adalah sebagai perubahan tingkah laku yang dialami oleh individu dalam
berintegrasi dengan lingkungannya.
2.2. Pengertian Hasil
Belajar
Hasil
belajar merupakan tingkat penguasaan terhadap suatu yang diperoleh di dalam
nilai yang tinggi. Sedang dan rendah, melalui belajar secara perlahan akan
terjadi perubahan pada individu yang belajar baik perubahan dari segi kognitif
(pengetahuan), afektif (sikap) maupun psikomotorik (keterampilan).
Perubahan-perubahan yang terjadi pada diri individu terhadap suatu keadaan yang
lebih baik maupun keberhasilan belajar yang diperoleh dimana hasil belajar itu
sendiri dapat menggambarkan sejauh mana perubahan itu telah terjadi pada diri
individu.
Pada dasarnya setiap orang yang belajar mempunyai
maksud dan tujuan tertentu yang ingin dicapai. Suatu hasil belajar yang ingin
dicapai melalui perbuatan belajar disebut prestasi belajar (Hamalik, 1993). Sedangkan
menurut Winkel W.S. (1996) menyatakan “prestasi belajar adalah perbuatan
belajar yang dilakukan oleh siswa sesuai dengan tujuan khusus”.
Maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan bukti usaha yang
dapat dicapai oleh seseorang sebagai akibat dari pekerjaan belajar yang dapat
diukur dengan menggunakan indikator yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
2.3. Pengertian Gagasan
Tertulis (GT)
PKM
– GT adalah program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari ide atau
gagasan kelompok mahasiswa. Gagasan yang dituliskan dapat mengacu kepada isu
aktual yang ditemukan di masyarakat dan memerlukan solusi hasil karya pikir
yang cerdas dan realistik.
2.4. Hubungan Antara Peningkatan Hasil Belajar Kimia Dilakukan Dengan
Teknik Pendekatan Melalui Sastra Kimia
Kimia merupakan mata pelajaran yang sulit
dimengerti banyak siswa dan kurang menarik. Hal ini disebabkan sebagian besar
dari guru kimia kurang pandai memilih bagaimana strategi mengajar yang tepat
dan sesuai dengan pokok bahasan kimia yang sesuai. Oleh sebab itu, disini kami
berusaha untuk menemukan teknik pendekatan melalui sastra kimia diantaranya
cerpen, drama, puisi dan cerita lucu yang berhubungan dengan kimia.
Sastra kimia yang kami maksud di sini adalah
sebuah pendekatan pembelajaran yang menggunakan sastra sebagai media ajar,
sehingga guru mengajak siswa untuk mempelajari kimia dengan lebih santai dan
tidak membosankan. Adapun sastra kimia antara lain seperti cerpen, drama,
puisi, cerita lucu yang berhubungan dengan kimia.
Di bawah ini, ada beberapa contoh sastra kimia
berupa cerpen, drama, puisi, cerita lucu yang berhubungan dengan kimia.
a. cerpen
Hai kenalkan namaku neutron, tapi
teman-teman cukup memanggilku dengan nama kecilku saja N. Berat tubuhku
mencapai 1,67 x 10-24 g, kecil banget khan aku..!!.Tapi aku sangat
di pentingkan banyak orang. Muatanku nol dan aku tinggal di sebuah rumah yang
aku beri nama Atom. Aku punya adik bernama proton. Beratnya sama denganku hanya
muatannya saja yang berbeda yaitu +1, aku dan adikku tinggal sekamar yaitu di
kamar kami inti atom , selain adik aku juga punya kakak namanya elektron. Berat
tubuhnya yaitu 9,11 x 10-28 g. Dengan muatan -1, sebagai kakak yang
baik ia sangat sayang pada adik-adiknya. Bahkan tidurpun ia tidak sekamar
dengan kami, tapi tidur di luar kamar kami dan menjaga kami dari segala macam
bahaya. Tidak seperti manusia ,kami tidak mempunyai orang tua, kami tercipta
dengan sendirinya di ruang tidur kami , dalam percobaannya Crookes menggunakan
alat yang disebut tabung sinar katoda atau tabung Crookes. Pada percobaan
ini diperolehlah partikel sinar katoda yang bermuatan negative oleh G.J
Stoney diberilah nama elektron yaitu kakakku. Pada tahun 1897 Sir Joseph J. Thompson
menemukan angka banding muatan elektron kakak terhadap berat tubuhnya. Penemuan
inii membuat Thompson melakukan percobaan yang didasarkan pada sifat kakakku
elektron dalam medan magnet dan medan listrik. Dan di tahun 1906 Robert A
William berhasil menentukan harga muatannya melalui percobaan tetesan minyak,
dengan di ketahuinya harga muatan maka berat tubuh kakakku pun akhirnya dapat
diketahui.
Setelah di temukannya kakakku lalu
dilanjutkan dengan adikku proton . Adikku proton ditemukan oleh Eugen Goldstein
dengan melakukan percobaan seperti pada kakakku elektron tapi namanya diganti
jadi percobaan sinar terusan karena memang alatnya seperti tabung crookes tapi
dimodifikasi sedikit.
Setelah kakak dan adikku di temukan ,
akhirnya akupun menyusul mereka. Aku ditemukan oleh ilmuan yang bernama J.
Chadwick dengan meradiasi lempeng lapis emas dengan sinar alpha (α) tahun 1932 setelah sebelumnya melalui percobaan yang di
lakukan oleh Geigar, Marsden, dan Ernest Rutherford.
Pada tahun 1914 Henry Moseley
mengetahui rahasia kami yaitu ternyata nomor rumah kami itu atau orang – orang
bilang nomor atom menunjukkan jumlah adikku proton dalam kamar kami inti atom
dia mengetahuinya lewat percobaan penembakan suatu anoda padat dengan sinar
katoda di ketahuinya rahasia ini menyebabkan mereka para ilmuan tahu berat dari
rumah-rumah kami keluarga atom begitu juga isotopnya .
Tahun 1885-1962 Neils Bohr murid dari
Rutherford melanjutkan percobaan gurunya. Neils Bohr berkesimpulan bahwa atom
terdiri dari inti yang bermuatan positif dan elektron bergerak mengelilingi
inti dalam suatu orbit lingkaran, electron menempati orbitnya dengan tingkat
energi tertentu dan ketika elektron berpindah ke orbit lain di sertai
penyerapan dan pelepasan energi. Kemudian teori ini di lengkapi oleh broglis.
Di tahun 1927 oleh Warner Heisenberg dengan teori ketidakpastiannya bahwa
kedudukan elektron tidak dapat di tentukan yang ada hanya kebolehjadian tempat
di mana elektron biasa di temukan di sebut orbital yaitu tempat tidur kami yang
kemudian teori ini di lengkapi oleh Scrodinger di tahun 1926 ia mengajukan
suatu persamaan gerak elektron kakakku dalam atom yang mempunyai
sifat gelombang dan sifat partikel dalam arah tiga sistem koordinat cartesian .
Berdasarkan temuan itu maka di kemukakan suatu model atom atau rumahku yang
paling mutakhir atau model atom mekanika kuantum, pada model ini , pergerakan
elektron kakakku dalam mengelilingi inti kamar kami di gambarkan dalam
bentuk orbital-orbital atau awan elektron, dan penghunian elektron dalam
orbital-orbital di terangkan daengan seperangkat bilangan kuantum , yang
merupakan hasil kajian matematik terhadap penomena atom rumahku.
Itulah sejarah peradaban hidup kami
kaum atom. Bertahun-tahun kami jadi bahan percoban para manusia laboratorium
itu, maksudnya tidak lain hanya ingin membuktikan bahwa keberadaan kami itu
ada. Memang kami tidak tampak oleh mata tapi kami memang terbukti ada. Dan ini
semua tidak lepas dari partisipasi sang pencipta yang menciptakan kami. Meski
kecil tapi pengalaman kami tidak kalah dengan manusia- manusia lab itu. Dari
yang sifatnya kecil misal hujan asam,pencemaran lingkungan sampai peristiwa yang
melegenda dan spektakuler.
Yang paling melegenda misalnya seperti
pengalaman kami waktu menghancurkan Nagasaki, Hiroshima dan yang lainnya
serta membunuh ribuan bahkan jutaan mahluk hidup lainnya. Bahkan karena
peristiwa itu kami di jadikan sebuah motto oleh orang-orang bijak yang berbunyi
“jadi orang itu harus seperti atom,kecil bahkan tidak terlihat tapi berkekuatan
dahsyat“. Kami juga pernah meracuni dan membunuh ribuan manusia dalam kisah
teluk minamata. Semua itu juga tidak lepas dari perintah tangan-tangan manusia
lab yang tidak bertanggung jawab. Tapi banyak juga yang bertanggung jawab dan
menyuruh kami pada kebaikan misalnya membantu manusia dalam menyelamatkan
nyawanya dari tumor dan kanker. Membantu penerangan di jalan-jalan, atau
membantu menyelamatkan mereka dari penyakit gondok serta banyak juga yang
lainnya.
b. Puisi
reaksi
kimia cintaku
unsur tulus dan
kasih sayangmu
bereaksi dalam gelas hati dan tabung jiwaku
membentuk senyawa cinta dan rindu
bereaksi dalam gelas hati dan tabung jiwaku
membentuk senyawa cinta dan rindu
semakin lama...
senyawa itu semakin mengendap dan mengerak di hatiku
tak bisa diurai meski dengan hidrolisis
senyawa itu semakin mengendap dan mengerak di hatiku
tak bisa diurai meski dengan hidrolisis
perasanku telah
sadah olehmu
hingga tak mampu bereaksi dengan sabun manapun
pemanasan, penukar resin, natrium karbonat
semua telah ku coba tapi tetap tak bisa
hingga tak mampu bereaksi dengan sabun manapun
pemanasan, penukar resin, natrium karbonat
semua telah ku coba tapi tetap tak bisa
ataukah ku jatuh
cinta?
mungkin senyawa
itu berikatan tetrahedral
bukan penta hedral apalagi vander walls
bukan penta hedral apalagi vander walls
BAB III
KESIMPULAN
KESIMPULAN
Kesimpulan
yang dapat diambil dari gagasan tertulis ini adalah pembelajaran dengan
menggunakan teknik pendekatan melalui sastra kimia diantaranya cerpen, drama,
puisi dan cerita lucu yang berhubungan dengan kimia. Ini dilakukan saat
pembelajaran yang dibuat semenarik mungkin. Bahan cerpen, puisi, drama, dan
cerita lucu ini dapat diperlengkap dengan gambar, animasi, dan lainnya yang diperoleh
dari internet. Gagasan ini muncul mengingat kurang minatnya siswa terhadap
pelajaran kimia, karena merekan menganggap kimia merupakan pelajaran yang
sangat membosankan. Sehingga, gagasan ini diharapkan dapat meningkatkan hasil
belajar kimia siswa lebih maksimal dan lebih baik lagi.
Daftar Pustaka
Djamarah, Zain, (1997), Strategi Belajar Mengajar, Penerbit
Rineka Cipta, Jakarta.
Hamalik,
O., (1993), Strategi Belajar Mengajar,
Penerbit Bandar Maju, Bandung.
Slavin, R,E., (1995), Cooperative Learning second edition, Allyn & Bacon, United States
of America.
Slameto,
(1995), Belajar Dan Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhinya, Penerbit
P T Rineka Cipta, Jakarta.
Daftar Riwayat Hidup
1. Yulita Handayani
Yulita Handayani
Nama Lengkap : Yulita Handayani
Tempat/Tanggal Lahir : Stabat, 13 Juli 1989
Pendidikan Terakhir : SMAN 1 Stabat T.A 2004-2007
Pekerjaan :
Mahasiswa Pendidikan Kimia Universitas
Negeri Medan
2. Nur Ainun Saragih
Nama Lengkap : Nur Ainun Saragih
Tempat/Tanggal Lahir : Tebing Tinggi, 01
September 1989
Pendidikan
Terakhir : SMAN
1 Tebing Tinggi T.A 2004-2007
Pekerjaan : Mahasiswa Pendidikan
Kimia Universitas Negeri Medan
3. Rafizanisa Fahmi
Nama Lengkap : Rafizanisa Fahmi
Tempat/Tanggal Lahir : Tanjungbalai, 25
April 1990
Pendidikan
Terakhir : SMAN
1 Tanjungbalai T.A 2004- 2007
Pekerjaan :
Mahasiswa Pendidikan Kimia Universitas Negeri Medan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar